SITUS BERITA INDONESIA
- CATEGORY -
EDUCATION
ENTERTAINMENT
FAMILY
GAMES
HEALTH
INTERNASIONAL
JAKARTA
KULINER
LIFESTYLE
MOTIVATION
NASIONAL
OTOMOTIF
PROPERTY
SPORT
TEKNOLOGI
TRAVEL
VIDEO
HOME >> INTERNASIONAL 2017-05-20 08:34:24

Vonis Ahok dibahas Oleh Oxford University, Apakah ada diskriminasi agama?

JK memberikan kuliah umum tentang Islam di Universitas Oxford, Inggris. Salah satu yang sempat dibahas soal vonis Ahok.

Vonis Ahok dibahas Oleh Oxford University, Apakah ada diskriminasi agama?
Sumber Foto : detik.com

Baca Juga :
# Saat Ditanya Masalah Banjir Jakarta, Ini Ekspresi Sandiaga yang Kebingungan
# Terkait Kasus Penggelapan Lahan, Rekan Sandiaga Sudah Jadi Tersangka!
# Setara Institute Sebut Visi Politik Anies Adalah Rasisme, Benarkah?

Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan kuliah umum tentang Islam di Universitas Oxford, Inggris. Salah satu yang sempat dibahas soal vonis Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dalam kasus penistaan agama.

Dengan tema 'Islam Jalan Tengah: Pengalaman Indonesia', JK meminta negara-negara Eropa untuk menghormati vonis Ahok. Mantan bupati Belitung Timur itu dihukum dua tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

"Saya sangat memahami bahwa Inggris dan negara-negara di Eropa memiliki undang-undang dan sistem hukum yang berbeda untuk persoalan ini," katanya saat berbicara di Oxford Centre for Islamic Studies (OXCIS), Kamis (18/5). Demikian dilansir dari BBC Indonesia.

"Tapi sebagai bagian dari sistem demokrasi kita harus menegakkan tatanan hukum, kemandirian lembaga peradilan, dan menghormati satu sama lain," tambahnya

Kepada sekitar 300 hadirin, JK menambahkan bahwa kasus penistaan agama tersebut saat ini sedang dalam proses banding. Dia juga mengatakan secara pribadi mengenal Ahok yang digambarkannya sebagai gubernur yang punya dedikasi tapi juga impulsif.

Dalam sesi tanya jawab, peserta bertanya soal Ahok. JK menegaskan bahwa yang terjadi bukanlah diskriminasi agama.

"Ini soal demokrasi. Dalam demokrasi Anda harus siap menerima kemenangan dan kekalahan. Jika Anda kalah, Anda harus menerima kekalahan," tuturnya.

Kasus yang dihadapi Ahok, menurutnya, adalah tentang penghinaan agama dan negara-negara lain juga punya aturan untuk penghinaan, misalnya di Thailand dengan peraturan bahwa raja dan kerajaan tak boleh dihina.

"Anda menghina raja, Anda akan dipenjara. Sama dengan di negara-negara lain, termasuk Indonesia. Anda tak boleh menghina agama dan Ahok, menurut pengadilan setelah enam bulan menggelar perkara bersalah," jelasnya.

"Di Inggris juga begitu, kalau dinyatakan bersalah, Anda akan dipenjara, apa pun agama Anda."
 
Sumber : merdeka.com




Share Link :
 

- BERITA TERKAIT -
# Ini Sikap Tegas Malaysia Terkait Pengungsi Rohingya!
Pemerintah Malaysia tak ingin menjadi negara penerima pengungsi Rohingya tiap kali ada masalah di Myanmar. Prioritas kami adalah rakyat kami dan kesejahteraan mereka.
# Tidak Capai Target, Karyawan ini Dihukum Minum Air Toilet
Sebuah perusahaan studio fotografi ini menjadi sorotan lantaran menghukum karyawannya minum air toilet karena gagal mencapai target.
# Amien Rais Temui Rizieq di Mekkah, Mau apa?
Rizieq Syihab ditemui Amien Rais di Mekkah, Arab Saudi. Pertemuan keduanya terjadi pada Rabu (14/6) usai salat Maghrib.
# Teror Bom di Konser Ariana Grande, Ini Pelakunya!
Pelaku teror di konser Ariana Grande yang telah dinyatakan tewas merupakan pria kelahiran Inggris keturunan Libya.
# JK Beri Kuliah Umum di Oxford Tentang Islam Toleran...?
Kuliah umum ini dihadiri pelajar Indonesia dan pelajar asing yang tertarik mendalami ilmu mengenai agama Islam di Pusat Kajian Islam Oxford atau Oxford Centre for Islamic Studies (OSIC).
# Ahok Gubernur Jakarta Terbaik Menurut Media Australia
Gubernur Ahok secara luas diakui sebagai gubernur paling efektif menangani kota kacau dengan penduduk lebih dari 10 juta dalam beberapa dekade terakhir.

Untitled
www.sarangberita.com
SITUS KUMPULAN BERITA INDONESIA
SARANG BERITA adalah media informasi tentang segala macam Berita.
Sebagai media belajar, pengetahuan dan menambah wawasan.
Menyajikan Berita dari berbagai sumber terpercaya baik dari indonesia maupun dari luar Indonesia.
Copyright LALITANMAS @062015